Seorang pemuda sudah sangat putus asa. Ia merasa hidupnya sudah gagal. Segala upayanya tak membuahkan hasil sedikitpun. Ia merasa gamang dalam hidupnya. Suatu saat ketika ia merasa mentok, tiba-tiba ia bertemu dengan seorang kyai. Kyai itu berkata "Nak, berdoalah selalu. Jangan putus asa. Tuhan pasti akan mendengar doamu. Teruslah berdoa, setiap hari."
Maka berdoalah sang pemuda.
Hari pertama ia berdoa: "Tuhan, tunjukkanlah jalan pada hambamu yang hina ini, biar hidupku ini menjadi jelas."
Namun, di hari pertama itu ia belum menemukan perubahan apa-apa.
Lalu hari kedua ia berdoa: "Tuhan, bagaimana, kira-kira mau nggak menunjukkan jalan pada hambamu yang hina ini."
Tapi rupanya Tuhan masih diam saja.
Lalu hari ketiga ia berdoa: "Tuhan, masak aku dicuekin."
17 Oktober 2008
13. Selingkuh
Dua orang sahabat yang sudah sangat dekat bertemu untuk membicarakan suatu masalah yang sangat serius.
Orang 1: Ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku bicarakan ke kamu.
Orang 2: Sesuatu apa?
Orang 1: Masalah yang sangat penting.
Orang 2: Iya, masalah apa?
Orang 1 terdiam sejenak.
Orang 2: Nggak apa-apa, ngomong aja. Jangan dipendam. Kita kan sudah lama bersahabat.
Orang 1: Aku takut kamu marah.
Orang 2: Memang aku pernah marah padamu?
Orang 1: Tapi aku takut kamu marah karena ini.
Orang 2: Sudah, omongkan saja. Aku malah marah kalau kamu nggak bicara.
Orang 1: (dengan ragu-ragu dan takut) A... Aku ... Aku selingkuh dengan istrimu!
Orang 2: (diam sejenak, tak menunjukkan keterkejutan berarti) Oooo itu.
Orang 1: (penasaran) Jadi kamu sudah tahu?
Orang 2: Nggak, cuman aku bisa mengerti. Perasaan cinta itu kan normal. Kita bisa mencintai siapa saja dan kapan saja.
Orang 1: (sedikit bingung) Jadi kamu nggak marah?
Orang 2: Buat apa marah.
Orang 1: Maksudmu??
Orang 2: Aku juga sedang mengalaminya, kok.
Orang 1: Maksudmu??
Orang 2: Aku juga selingkuh sama istrimu!
Orang 1: !!!!!???!!!
Orang 1: Ada sesuatu yang sangat penting yang ingin aku bicarakan ke kamu.
Orang 2: Sesuatu apa?
Orang 1: Masalah yang sangat penting.
Orang 2: Iya, masalah apa?
Orang 1 terdiam sejenak.
Orang 2: Nggak apa-apa, ngomong aja. Jangan dipendam. Kita kan sudah lama bersahabat.
Orang 1: Aku takut kamu marah.
Orang 2: Memang aku pernah marah padamu?
Orang 1: Tapi aku takut kamu marah karena ini.
Orang 2: Sudah, omongkan saja. Aku malah marah kalau kamu nggak bicara.
Orang 1: (dengan ragu-ragu dan takut) A... Aku ... Aku selingkuh dengan istrimu!
Orang 2: (diam sejenak, tak menunjukkan keterkejutan berarti) Oooo itu.
Orang 1: (penasaran) Jadi kamu sudah tahu?
Orang 2: Nggak, cuman aku bisa mengerti. Perasaan cinta itu kan normal. Kita bisa mencintai siapa saja dan kapan saja.
Orang 1: (sedikit bingung) Jadi kamu nggak marah?
Orang 2: Buat apa marah.
Orang 1: Maksudmu??
Orang 2: Aku juga sedang mengalaminya, kok.
Orang 1: Maksudmu??
Orang 2: Aku juga selingkuh sama istrimu!
Orang 1: !!!!!???!!!
12. Pengemudi Yang Bodoh
Suatu hari Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi Budi lampu depan mobilnya mati. Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya. Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak dan mengakibatkan Budi menabraknya.
Budi: "Ini bukan salah saya, salah anda yang berhenti mendadak!!!" (sambil menantang)
Supir: "Itu jelas salahmu..!"
Budi: "Kok bisa, jelas2 anda yang berhenti mendadak..!!!" (masih dengan nada menantang)
Supir: "Kau kira ini di mana??? Di sini kan garasi rumahku bodoh!!!!"
Budi: "Ini bukan salah saya, salah anda yang berhenti mendadak!!!" (sambil menantang)
Supir: "Itu jelas salahmu..!"
Budi: "Kok bisa, jelas2 anda yang berhenti mendadak..!!!" (masih dengan nada menantang)
Supir: "Kau kira ini di mana??? Di sini kan garasi rumahku bodoh!!!!"
11. Mati Tersenyum
Alkisah ada tiga mayat di salah satu kamar mayat sebuah Rumah Sakit di New York. Ketiganya dari negara yang berbeda. Yang satu warga negara Amerika, satunya Belanda, dan yang satu lagi Afrika. Anehnya ketiganya meninggal dalam kondisi "tersenyum". Dengan penasaran si penjaga kamar mayat bertanya pada dokter yang mengantar ketiga jenazah tersebut.
Penjaga : "Dokter, mengapa si Amerika ini meninggal dalam kondisi tersenyum?"
Dokter : "oh, dia kena serangan jantung ketika sedang berselingkuh."
Penjaga : "Lalu kenapa dengan si Belanda?
Dokter : "Dia kena serangan jantung karena terkejut ketika mendapat lotere jutaan dollar."
Penjaga : "Bagaimana cara si Afrika ini meninggal, dokter?"
Dokter : "Tersambar petir..."
Penjaga : "Lho?! Tapi kenapa dia tersenyum?"
Dokter : "Ooh... sebab kilatnya dia sangka sinar blitz jadi dia pikir dia lagi difoto!"
Penjaga : "Dokter, mengapa si Amerika ini meninggal dalam kondisi tersenyum?"
Dokter : "oh, dia kena serangan jantung ketika sedang berselingkuh."
Penjaga : "Lalu kenapa dengan si Belanda?
Dokter : "Dia kena serangan jantung karena terkejut ketika mendapat lotere jutaan dollar."
Penjaga : "Bagaimana cara si Afrika ini meninggal, dokter?"
Dokter : "Tersambar petir..."
Penjaga : "Lho?! Tapi kenapa dia tersenyum?"
Dokter : "Ooh... sebab kilatnya dia sangka sinar blitz jadi dia pikir dia lagi difoto!"
10. I'm Sorry
Seorang wanita yang kurang pintar berbahasa inggris menabrak seorang bule
Wanita :I'm sorry
Bule :I'm sorry too
Wanita :I'm sorry three
Bule :What are you sorry for?
Wanita :I'm sorry five
Bule :Are you sick?
Wanita :I'm sorry seven
Bule :?!? (kpl/rif)
Wanita :I'm sorry
Bule :I'm sorry too
Wanita :I'm sorry three
Bule :What are you sorry for?
Wanita :I'm sorry five
Bule :Are you sick?
Wanita :I'm sorry seven
Bule :?!? (kpl/rif)
9. Begitulah Pria
Seorang pria mengencani 3 orang wanita dan memutuskan untuk menikahi salah satu dari mereka... Dia memberikan suatu test untuk ketiga wanita tersebut, masing-masing wanita diberikannya uang 100 juta untuk dibelanjakan dan si pria akan melihat untuk apa uang tersebut digunakan.
Wanita 1Wanita ini pergi ke salon yang mahal, dan membelanjakan uangnya untuk perawatan-perawatan tubuh dan muka yang sangat mahal. Dan sisa uang dari perawatan dibelikan alat-alat kosmetik yang ekseklusif dan baju-baju yang bagus sehingga ia terlihat sangat cantik di depan pria tersebut. Wanita ini berkata bahwa semua ini dia lakukan untuk membuatnya lebih menarik di depan sang pria dan karena ia sangat mencintai sang pria tersebut.
Si pria sangat terkesan...
Wanita 2Wanita ini pergi membelanjakan uangnya untuk membeli peralatan golf yang bagus, baju-baju pria yang mewah, dan seperangkat komputer yang canggih. Semua ini kemudian diberikan sebagai hadiah untuk sang pria. Ia berkata, ia membelanjakan semua uang tersebut untuk sang pria karena ia sangat mencintainya.
Si pria sangat terkesan...
Wanita 3Wanita ini menginvestasikan uang yang diberikan sang pria ke bursa saham, dan ia mendapatkan keuntungan 2 kali lipat... dan ia mengembalikan uang yang diberikan kepada sang pria. Keuntungan yang diperoleh disimpannya di deposito bank atas nama mereka berdua. Dan hal tersebut ia lakukan untuk masa depan mereka berdua dan ia berkata bahwa ia sangat mencintai pria tersebut.
Si pria sangat terkesan...
Si pria berpikir sangat lama tentang keputusannya untuk menikahi wanita yang menurutnya paling bijak dalam membelanjakan uang yang diberikannya.
Dan akhirnya... Ia memutuskan...
Dia akan menikahi wanita yang paling besar payudaranya...
Apa boleh buat, pria tetaplah seorang pria...!! Begitulah....
Wanita 1Wanita ini pergi ke salon yang mahal, dan membelanjakan uangnya untuk perawatan-perawatan tubuh dan muka yang sangat mahal. Dan sisa uang dari perawatan dibelikan alat-alat kosmetik yang ekseklusif dan baju-baju yang bagus sehingga ia terlihat sangat cantik di depan pria tersebut. Wanita ini berkata bahwa semua ini dia lakukan untuk membuatnya lebih menarik di depan sang pria dan karena ia sangat mencintai sang pria tersebut.
Si pria sangat terkesan...
Wanita 2Wanita ini pergi membelanjakan uangnya untuk membeli peralatan golf yang bagus, baju-baju pria yang mewah, dan seperangkat komputer yang canggih. Semua ini kemudian diberikan sebagai hadiah untuk sang pria. Ia berkata, ia membelanjakan semua uang tersebut untuk sang pria karena ia sangat mencintainya.
Si pria sangat terkesan...
Wanita 3Wanita ini menginvestasikan uang yang diberikan sang pria ke bursa saham, dan ia mendapatkan keuntungan 2 kali lipat... dan ia mengembalikan uang yang diberikan kepada sang pria. Keuntungan yang diperoleh disimpannya di deposito bank atas nama mereka berdua. Dan hal tersebut ia lakukan untuk masa depan mereka berdua dan ia berkata bahwa ia sangat mencintai pria tersebut.
Si pria sangat terkesan...
Si pria berpikir sangat lama tentang keputusannya untuk menikahi wanita yang menurutnya paling bijak dalam membelanjakan uang yang diberikannya.
Dan akhirnya... Ia memutuskan...
Dia akan menikahi wanita yang paling besar payudaranya...
Apa boleh buat, pria tetaplah seorang pria...!! Begitulah....
8. Transaksi di Sebuah Pasar
Terjadi sebuah percakapan di sebuah pasar tradisional...
Pembeli: "Mas, telornya berapa sekilo?"
Penjual: "Telor ayam atau telor bebek?"
Pembeli: "Telor ayam."
Penjual: "Telor ayam biasa atau ayam kampung?"
Pembeli: "Ayam biasa."
Penjual: "Yang lokal atau yang import?"
Pembeli: "Yang lokal aja."
Penjual: "Yang lokalnya mau yang dari Jakarta, Bogor atau Depok?"
Pembeli: "Yang Jakarta deh..." (Sambil terlihat kesal).
Penjual: "Mau yang Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?"
Pembeli: "Mas ini jual telor atau mau jalan-jalan?"
Penjual: "Maaf Bu, saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang jual telor lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu sama pembeli sampe dia datang."
Pembeli: "Mas, telornya berapa sekilo?"
Penjual: "Telor ayam atau telor bebek?"
Pembeli: "Telor ayam."
Penjual: "Telor ayam biasa atau ayam kampung?"
Pembeli: "Ayam biasa."
Penjual: "Yang lokal atau yang import?"
Pembeli: "Yang lokal aja."
Penjual: "Yang lokalnya mau yang dari Jakarta, Bogor atau Depok?"
Pembeli: "Yang Jakarta deh..." (Sambil terlihat kesal).
Penjual: "Mau yang Jakarta Pusat, Barat, Timur, Utara, atau Selatan?"
Pembeli: "Mas ini jual telor atau mau jalan-jalan?"
Penjual: "Maaf Bu, saya penjual mie ayam di sebelah. Kebetulan yang jual telor lagi ke belakang. Saya disuruh ngobrol dulu sama pembeli sampe dia datang."
Langganan:
Postingan (Atom)

